Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di sekolah inklusif memerlukan bahan ajar yang mengakomodasi keragaman peserta didik, terutama anak berkebutuhan khusus (ABK), tanpa mengurangi capaian kompetensi inti. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual pengembangan bahan ajar Al-Qur’an Hadits berbasis Universal Design for Learning (UDL) untuk mendukung praktik pembelajaran inklusif. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan menelaah literatur tentang pendidikan inklusif, karakteristik ABK, desain bahan ajar, serta prinsip-prinsip UDL. Hasil kajian merumuskan rancangan bahan ajar yang memetakan tiga prinsip UDL ke dalam komponen pembelajaran Al-Qur’an Hadits: (1) multiple means of engagement melalui pilihan aktivitas, penguatan regulasi diri, dukungan sosial, dan strategi motivasional; (2) multiple means of representation melalui variasi penyajian materi berupa teks ringkas-terstruktur, visual pendukung, serta alternatif audio; dan (3) multiple means of action and expression melalui ragam bentuk respons dan asesmen (lisan, visual, praktik, proyek, serta tugas berbantuan) yang memungkinkan diferensiasi sesuai profil kebutuhan belajar. Kerangka ini menegaskan bahwa UDL meningkatkan aksesibilitas materi, memperluas peluang partisipasi, dan memperkuat keterlibatan belajar ABK pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits.
Copyrights © 2026