Penelitian ini mengkaji fenomena adaptasi ukulele dalam konteks musik lokal dan praktik keagamaan di Indonesia, dengan fokus pada wilayah Maluku dans Papua. Ukulele yang berkembang di Hawaii pada abad ke-16, telah mengalami proses adaptasi budaya yang unik saat berinteraksi dengan tradisi musik dan kehidupan spiritual masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomusikologi, termasuk tinjauan pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur dengan para penggiat musik ukulele di Maluku, serta instruktur dan musisi ukulele di Papua. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan pergeseran persepsi mengenai ukulele, yang mengindikasikan bahwa alat musik ini tidak lagi dipandang sebagai alat musik asing. Sebaliknya, ukulele telah menjadi komponen integral dari identitas musik lokal, berintegrasi secara mulus dengan tifa di Papua dan membentuk format cak-cuk dalam keroncong Maluku. Dalam konteks ibadah, ukulele berfungsi sebagai alat musik yang mendorong inklusivitas, memfasilitasi partisipasi jemaat dari berbagai kelompok usia. Selain itu ukulele berfungsi sebagai media inkulturasi iman, sehingga memperkuat makna spiritual komunitas. Studi ini menguatkan pernyataan bahwa ukulele di Indonesia telah melampaui fungsi dasarnya sebagai alat musik dan kini berfungsi sebagai simbol hubungan antara lokalitas dan globalisasi, tradisi dan modernitas, serta ekspresi budaya dan spiritualitas.
Copyrights © 2026