Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis propaganda dan disinformasi digital dalam konflik Iran–Israel melalui konten yang beredar di TikTok. Konflik Iran–Israel tidak lagi terbatas pada ranah militer, melainkan berkembang menjadi perang narasi global yang melibatkan berbagai aktor dalam memperebutkan opini publik. Dalam konteks ini, media sosial, khususnya TikTok, berperan sebagai kanal utama penyebaran informasi tanpa adanya gatekeeper yang ketat. Karakteristik TikTok yang berbasis algoritma, video pendek, dan tingkat viralitas yang tinggi menjadikannya medium strategis dalam menyebarkan propaganda dan disinformasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing untuk mengidentifikasi bagaimana konten TikTok membingkai konflik Iran–Israel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang beredar tidak bersifat netral, melainkan dikonstruksi melalui berbagai sudut pandang tertentu yang berpotensi memengaruhi persepsi audiens. Selain itu, ditemukan berbagai bentuk disinformasi, seperti manipulasi konteks, penyederhanaan informasi, dan penggunaan narasi emosional. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi internasional dan media digital, khususnya terkait peran TikTok dalam konflik global yang masih relatif terbatas. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital dalam menyikapi informasi di media sosial.
Copyrights © 2026