Rendahnya koordinasi mata-tangan dan kekuatan otot jari anak kelompok A di TK Santa Maria Surabaya melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui aktivitas meronce yang dirancang secara sistematis dan adaptif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 18 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi menggunakan lembar penilaian perkembangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari 39% pada pra-siklus menjadi 61% pada Siklus I dan 89% pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan 80%. Kebaruan penelitian ini terletak pada modifikasi media meronce yang disesuaikan dengan karakteristik fisik anak serta penerapannya sebagai strategi pembelajaran utama, bukan sekadar kegiatan selingan. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas meronce yang terstruktur efektif meningkatkan koordinasi visual-motorik dan kesiapan pramenulis anak usia dini. Meskipun menunjukkan hasil yang signifikan, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain cakupan subjek yang terbatas pada satu kelompok di satu lembaga, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati pada konteks yang berbeda.
Copyrights © 2026