Sindy Anugerah Wati
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Kaltolik Widya Mandala Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Aktivitas Meronce sebagai Strategi Pembelajaran Stimulatif pada Pendidikan Wenny Natalia Maria Wolfe; Sindy Anugerah Wati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2070

Abstract

Rendahnya koordinasi mata-tangan dan kekuatan otot jari anak kelompok A di TK Santa Maria Surabaya melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui aktivitas meronce yang dirancang secara sistematis dan adaptif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 18 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi menggunakan lembar penilaian perkembangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari 39% pada pra-siklus menjadi 61% pada Siklus I dan 89% pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan 80%. Kebaruan penelitian ini terletak pada modifikasi media meronce yang disesuaikan dengan karakteristik fisik anak serta penerapannya sebagai strategi pembelajaran utama, bukan sekadar kegiatan selingan. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas meronce yang terstruktur efektif meningkatkan koordinasi visual-motorik dan kesiapan pramenulis anak usia dini. Meskipun menunjukkan hasil yang signifikan, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain cakupan subjek yang terbatas pada satu kelompok di satu lembaga, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati pada konteks yang berbeda.
Meningkatnya Literasi Bahasa melalui Media Flashcard pada Anak TK B Rosa Andriani Budiasti; Sindy Anugerah Wati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2071

Abstract

Kemampuan literasi bahasa merupakan kemampuan dasar yang perlu dikembangkan sejak usia dini sebagai fondasi kesiapan membaca dan menulis. Namun, hasil observasi di TK Santa Maria Surabaya menunjukkan bahwa kemampuan literasi bahasa anak kelompok B masih rendah, terlihat dari keterbatasan dalam mengenal huruf, menyebutkan kata sederhana, serta memahami hubungan antara gambar dan makna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa anak melalui penggunaan media flashcard. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 23 anak dan dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian perkembangan anak, dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan perkembangan literasi bahasa anak, yaitu dari 60,87% pada Siklus I menjadi 82,61% pada Siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa media flashcard efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi bahasa anak melalui stimulus visual yang menarik dan partisipasi aktif dalam pembelajaran.
Peningkatan Respons Sosial Anak Usia Dini terhadap Panggilan melalui Stimulasi Auditori Menggunakan Media Musik Marakas Emiliana Sugihartanti Tribuana Tunggadewi; Sindy Anugerah Wati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2074

Abstract

Rendahnya respons sosial anak usia 2–3 tahun terhadap panggilan guru menunjukkan keterbatasan perhatian dan bahasa reseptif awal. Observasi awal di Kelompok Bermain A KB-TK Santa Maria Surabaya menunjukkan bahwa hanya 25% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), sedangkan 75% lainnya masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan respons sosial anak melalui stimulasi auditori menggunakan media musik marakas. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi) pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Subjek penelitian berjumlah 8 anak usia 2–3 tahun (4 laki-laki dan 4 perempuan). Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan dianalisis menggunakan persentase deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan respons sosial anak dari 25% pada pra-siklus menjadi 75% pada Siklus I dan mencapai 100% pada Siklus II. Pada akhir penelitian, 75% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Temuan ini menunjukkan bahwa stimulasi auditori menggunakan marakas efektif meningkatkan perhatian dan respons sosial anak. Secara praktis, guru PAUD dapat memanfaatkan media musik sederhana sebagai strategi pembelajaran multisensori untuk mendukung perkembangan sosial dan bahasa reseptif anak usia dini.