Tingkat kebugaran pada semua kalangan manusia di beberapa negara di dunia, termasuk di Indonesia, semakin lama semakin menurun. Tidak terkecuali pada mahasiswi Diploma IV Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran, antara lain kadar vitamin B12 dalam darah, asupan energi, dan aktivitas fisik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar vitamin B12 dalam darah, asupan energi, dan aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi. Desain penelitian adalah cross-sectional study pada seluruh mahasiswi Diploma IV Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang. Tingkat ketahanan kardiorespirasi ditentukan dengan metode Harvard Step Test, kadar vitamin B12 dalam darah dengan metode ELISA, asupan energI dengan Food Frequency Questionnaires (FFQ), tingkat aktivitas fisik dengan kuesioner modifikasi Baecke. Analisa statistik yang digunakan independent t-test dan chi- square. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar vitamin B12 dalam darah antara responden yang ketahanan kardiorespirasinya tidak bugar dengan yang bugar (p=0,03). Tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata asupan energI per hari antara responden yang ketahanan kardiorespirasinya tidak bugar dengan yang bugar (p=0,541). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi (p=0,003). Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan yang signifikan antara kadar vitamin B12 dalam darah dan aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi responden dan tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan energI dengan ketahanan kardiorespirasi responden
Copyrights © 2026