Penelitian ini menjadi penting dilakukan karena rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, yang menuntut keterampilan berpikir kritis dan kontekstual di era pembelajaran abad ke-21. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen (pretest-posttest) pada siswa kelas VI sekolah dasar. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VI, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji t) untuk mengetahui peningkatan dan perbedaan kemampuan peserta didik setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah. Peningkatan rata-rata nilai peserta didik sebesar dua puluh empat poin dan pergeseran distribusi nilai dari kategori sedang ke kategori tinggi setelah proses pembelajaran menunjukkan hal ini. Di samping itu, analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah penggunaan model pembelajaran itu. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah nyata dapat mendorong siswa untuk lebih aktif, berpikir kritis, serta mampu menerapkan konsep pembelajaran dalam situasi di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.
Copyrights © 2026