Upaya mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun memerlukan kegiatan yang memberikan pengalaman langsung melalui koordinasi gerakan yang terarah. Penelitian ini memanfaatkan aktivitas meronce dengan bahan daun tembakau sebagai media untuk melihat perubahan capaian keterampilan tersebut dalam konteks pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pola siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, yang dilaksanakan pada 12 anak kelompok A di SPS Kemuning 37 Lampeji Mumbulsari. Data dikumpulkan melalui observasi selama kegiatan berlangsung serta dokumentasi sebagai pendukung, kemudian dianalisis menggunakan persentase untuk melihat kecenderungan perubahan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan adanya pergeseran capaian kemampuan anak secara bertahap dari kondisi awal ke tahap akhir tindakan, yang ditandai dengan meningkatnya ketepatan gerakan, kerapian hasil, serta kemampuan menyelesaikan aktivitas tanpa ketergantungan penuh pada bantuan guru. Penggunaan bahan alami dalam kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga mendorong keterlibatan dan fokus anak selama proses berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas manipulatif yang dikombinasikan dengan media berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini.
Copyrights © 2026