Media sosial memiliki fungsi kategori diantaranya sebagai identity, conversations, sharing, presence, relationship, groups, and passion. Di dunia media sosial, terdapat istilah influencer, merupakan fenomena kontemporer yang muncul sebagai konsekuensi dari demokratisasi media digital. Dengan adanya fungsi media sosial tersebut, para influencer dapat membangun personal brandingnya hingga membentuk citra diri sesuai dengan apa yang mereka inginkan melalui beragam konten yang mereka tampilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bentuk representasi diri dalam personal branding Zhafira Aqyla dalam diskursus edukasi seksual dengan merujuk pada teori presentasi diri (self presentation) yang ditawarkan oleh Erving Goffman dan Personal Branding (Peter Montoya). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi virtual, dengan pengumpulan data melalui observasi akun instagram Zhafira Aqyla serta wawancara pada beberapa followersnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang dibangun oleh Zhafira mendapatkan respons yang positif dari audiens. Followers mengapresiasi penyampaian konten yang dibawakan dengan sederhana namun tetap tegas dan lugas, sehingga terbentuk kesan diri yang kuat dan positif terhadap personal brandingnya.
Copyrights © 2026