Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Green Human Capital (GHC) sebagai kunci dalam mendorong Green Innovation (GI) serta implikasinya terhadap keberlanjutan industri pariwisata di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang terdiri atas pemilik usaha, manajer, dan karyawan sektor pariwisata berkelanjutan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antara GHC, GI, dan keberlanjutan industri pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik GHC maupun GI berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan pariwisata, baik secara parsial maupun simultan. Kompetensi hijau yang dimiliki SDM serta penerapan inovasi ramah lingkungan terbukti memperkuat daya saing berkelanjutan. Studi ini memperluas literatur Resource-Based View (RBV) dengan menegaskan bahwa Green Human Capital merupakan aset strategis yang langka, sulit ditiru, dan tidak tergantikan. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian empiris keterkaitan GHC dan GI secara simultan dalam konteks industri pariwisata di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan green inovation, integrasi inovasi ramah lingkungan dalam produk, serta penerapan kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan sebagai strategi inti pengelolaan destinasi wisata. Keterbatasan penelitian terletak pada ukuran sampel yang relatif kecil dan berfokus pada satu kota, sehingga generalisasi hasil masih terbatas. Penelitian selanjutnya dapat memperluas wilayah studi, menambah variasi sektor pariwisata, serta memasukkan variabel moderasi seperti dukungan teknologi digital atau kebijakan pemerintah.
Copyrights © 2026