Penelitian ini bertujuan memodelkan ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Haekesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, guna menjamin stabilitas produktivitas pertanian di wilayah semi-arit. Fokus utama studi adalah analisis neraca air (water balance) untuk menguji kelayakan pola tanam Padi-Padi-Palawija. Metodologi yang digunakan meliputi analisis frekuensi curah hujan metode Weibull, perhitungan evapotranspirasi potensial standar FAO Penman-Monteith, serta evaluasi kebutuhan air netto di sawah (Net Field Requirement). Hasil pemodelan menunjukkan fluktuasi ketersediaan air yang sangat signifikan; puncak surplus terjadi pada bulan Februari sebesar 1801,35 mm, sementara defisit kritis sebesar 131,57 mm ditemukan pada bulan April. Defisit ini bertepatan dengan fase pertumbuhan generatif pada musim tanam kedua, yang mengindikasikan risiko kegagalan panen pada jadwal tanam eksisting. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan optimasi jadwal tanam dengan memajukan awal masa tanam guna menghindari periode defisit. Model ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan distribusi air yang lebih efektif di DAS Haekesak.
Copyrights © 2026