Latar Belakang: Apoteker di puskesmas berperan penting dalam peningkatan pencapaian luaran klinis pasien hipertensi. Kegiatan pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan apoteker dalam upaya optimalisasi pencapaian target tekanan darah pasien hipertensi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan apoteker tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri untuk memberikan pelayanan farmasi klinis pada pasien hipertensi di puskesmas. Metode: Pelatihan menggunakan teknik pemaparan, diskusi dan simulasi menggunakan media modul pelatihan. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan apoteker terhadap penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri. Hasil: Sebanyak 31 orang apoteker mengikuti pelatihan ini. Skor rata – rata pre-test tingkat pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi sebesar 10,42±1,96 dan post-test 13,19±1,05 dengan hasil uji wilcoxon signed-Rank Test p=0,000 sedangkan skor rata – rata pre-test efikasi diri sebesar 32,68±4,05 dan pos-test 45,39±3,08 dengan hasil uji wilcoxon signed-Rank Test p=0,000. Pada akhir pelatihan sebanyak 93,50% peserta memiliki tingkat pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi tinggi dan 6,5% cukup serta 90,30% memiliki efikasi diri baik dan 9,7% buruk. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kegiatan pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan apoteker tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri untuk melaksanakan pelayanan farmasi klinis Pengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan efektif untuk mencapai tujuannya dan diharapkan dapat meningkatkan peran apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian. Monitoring jangka panjang diperlukan untuk memastikan dampak pelatihan ini terhadap optimalisasi pencapaian target tekanan darah pada pasien hipertensi di puskesmas.
Copyrights © 2026