Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK KULIT BUAH JENGKOL (Pithecellobium Jiringa (Jack) Merr) PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI Natasia Rahajeng, Vika; Noprizon, Noprizon; Rendowaty, Agnes; Wibowo, Viko Duvadilan; Harmiming, Harmiming
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v8i1.95

Abstract

Diare adalah suatu kondisi dimana frekuensi buang air besar cair terjadi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji efek antidiare dari ekstrak etanol kulit buah jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Merr) terhadap mencit putih jantan galur swiss webster. Dilakukan dengan cara memberikan oleum ricini sebagai penginduksi diare. Aktivitas antidiare ekstrak etanol kulit buah jengkol (EEKBJ) dibandingkan dengan Loperamid-HCl 0,0052 mg/20 grBB. EEKBJ1, EEKBJ2, EEKBJ3 berturut-turut dengan dosis 125, 250 dan 500 mg/kgBB secara signifikan (p<0,05) menurunkan berat feses serta mampu menunda terjadinya diare pada mencit jantan galur swiss webster yang diinduksi oleh oleum ricini sebanyak 0,5 ml dibandingkan dengan kontrol negatif (Tween 80 2%). EEKBJ1 dan EEKBJ2 menunjukkan efek antidiare, sedangkan EEKBJ3 dibandingkan kontrol positif (Loperamid-HCL 0,0052 mg/20 grBB) tidak berbeda bermakna dalam menunda terjadinya diare (p>0,05). Pada pengujian lintas norit, EEKBJ1 dan EEKBJ2 dibandingkan dengan kontrol positif berbeda bermakna ((p<0,05), sedangkan EEKBJ3 dibandingkan dengan kontrol positif tidak berbeda bermakna (p>0,05). Uji statistik menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi Pengguna Kaptopril dan Amlodipin Rikmasari, Yopi; Noprizon, Noprizon; Imanda, Yunita Listiani
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 2 (2024): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i2.4475

Abstract

Tujuan: Kaptopril dan amlodipin merupakan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan primer untuk mengendalikan tekanan darah pasien hipertensi, namun pengendalian tekanan darah dipengaruhi banyak faktor selain penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas kaptopril dan amlodipin serta faktor – faktor yang berhubungan dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional korelasional analitik secara accidental sampling di dua Puskesmas kota Palembang. Sumber data berupa data sekunder (rekam medik) dan data primer (kuesioner MMAS-8). Efektivitas dinilai dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Data dianalisa menggunakan statistik deskriptif, uji mann-whitney dan chi-square. Hasil: Subjek penelitian sebanyak 94 orang. Perbedaan efektivitas kaptopril dan amlodipin dengan uji mann-whitney menunjukkan p=0,625 untuk tekanan darah sistolik dan p=0,916 untuk tekanan darah diastolik. Hasil uji chi square faktor usia (p=0,035), keberadaan komorbid (p=0,015), ketepatan pemilihan obat (p=0,009), kepatuhan pengobatan (p=0,011) berhubungan dengan pengendalian tekanan darah, sedangkan faktor jenis kelamin (p=0,418), derajat hipertensi (p=0,095), durasi terapi (p=0,074) dan jenis obat (p=0,216) tidak berhubungan dengan pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan efektivitas kaptopril dan amlodipin pada penelitian ini. Faktor yang berhubungan dengan pengendalian tekanan darah yaitu usia, keberadaan komorbid, pemilihan obat dan kepatuhan minum obat
Peningkatan Peran Apoteker Melalui Pelatihan Dalam Pengelolaan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kota Palembang Rikmasari, Yopi; Noprizon, Noprizon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPMI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4014

Abstract

Latar Belakang: Apoteker di puskesmas berperan penting dalam peningkatan pencapaian luaran klinis pasien hipertensi. Kegiatan pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan apoteker dalam upaya optimalisasi pencapaian target tekanan darah pasien hipertensi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan apoteker tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri untuk memberikan pelayanan farmasi klinis pada pasien hipertensi di puskesmas. Metode: Pelatihan menggunakan teknik pemaparan, diskusi dan simulasi menggunakan media modul pelatihan. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan apoteker terhadap penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri. Hasil: Sebanyak 31 orang apoteker mengikuti pelatihan ini. Skor rata – rata pre-test tingkat pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi sebesar 10,42±1,96 dan post-test 13,19±1,05 dengan hasil uji wilcoxon signed-Rank Test p=0,000 sedangkan skor rata – rata pre-test efikasi diri sebesar 32,68±4,05 dan pos-test 45,39±3,08 dengan hasil uji wilcoxon signed-Rank Test p=0,000. Pada akhir pelatihan sebanyak 93,50% peserta memiliki tingkat pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi tinggi dan 6,5% cukup serta 90,30% memiliki efikasi diri baik dan 9,7% buruk. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kegiatan pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan apoteker tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi dan efikasi diri untuk melaksanakan pelayanan farmasi klinis Pengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan efektif untuk mencapai tujuannya dan diharapkan dapat meningkatkan peran apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian. Monitoring jangka panjang diperlukan untuk memastikan dampak pelatihan ini terhadap optimalisasi pencapaian target tekanan darah pada pasien hipertensi di puskesmas.