Gejala mosaik kuning ditemukan pada berbagai jenis tanaman pepaya di Rejang Lebong, Bengkulu namun, gejala terbanyak ditemukan pada pepaya varietas Calina. Gejala mosaik kuning pada tanaman pepaya dapat disebabkan oleh infeksi Papaya ringspot virus (PRSV). Untuk mengurangi penyebaran penyakit di lapangan perlu dilakukan upaya pengendalian berupa penggunaan varietas tahan. Untuk mendapatkan varietas tahan, perlu dilakukan pengujian respon ketahanan tanaman. Dalam penelitian ini, respon ketahanan 11 varietas pepaya yang telah tersedia di pasaran diuji terhadap isolat PRSV asal Rejang Lebong dengan tujuan untuk mendapatkan tanaman pepaya yang tahan terhadap infeksi PRSV asal Rejang Lebong. Dengan demikan, dapat direkomendasikan kepada petani sebagai upaya pengendalian penyakit di lapangan. Varietas pepaya yang diuji adalah varietas Calina, Bangkok, Merah Delima, Sunrise, Orange Lady, Red Lady, Taiwan, Arum, Miba, Golden, dan Lokal yang diulang 5 kali dengan 3 tanaman per ulangan dan 3 tanaman tanpa inokulasi PRSV sebagai kontrol negatif. Inokulasi dilakukan secara mekanis menggunakan cairan perasan tanaman yang terkonfirmasi positif PRSV berdasarkan hasil deteksi virus secara serologi dengan metode Dot Immunobinding Assay (DIBA). Berdasarkan hasil matriks penilaian untuk masa inkubasi, insidensi penyakit, dan keparahan penyakit pada 11 varietas pepaya, ketahanan tanaman pepaya dibagi menjadi 3 kategori: tahan, moderat, dan rentan. Tanaman tahan terdiri dari pepaya varietas Orange Lady, Red Lady, Taiwan, dan Miba. Tanaman moderat terdiri dari pepaya varietas Sunrise, Arum, Golden, dan Lokal. Tanaman rentan terdiri dari pepaya varietas Calina, Bangkok, dan Merah Delima. Oleh karena itu, penggunaan varietas tahan menjadi solusi untuk pengendalian PRSV pada tanaman papaya di Kabupaten Rejang Lebong.
Copyrights © 2026