Penelitian ini disusun dalam bentuk kajian sistematis yang menelaah perkembangan nanofiber berbasis Poly(vinyl alcohol) (PVA)/kitosan yang dimodifikasi dengan penambahan senyawa bioaktif yang berasal dari bahan alam. Kajian dilakukan dengan mengevaluasi dan membandingkan temuan-temuan penelitian sebelumnya, baik dari sisi keunggulan maupun keterbatasannya, untuk mengidentifikasi celah penelitian serta peluang kebaruan ilmiah yang dapat dikembangkan. Pembahasan dalam penelitian ini meliputi mekanisme sintesis nanofiber, metode dan teknologi fabrikasi nanofiber, serta peran bahan alam sebagai agen antibakteri. Nanofiber PVA/kitosan yang diproduksi melalui teknik elektrospinning memiliki karakteristik berupa luas permukaan yang besar, tingkat porositas yang tinggi, kemampuan permeabilitas oksigen yang baik, serta sifat mekanik yang memadai, sehingga sangat potensial untuk digunakan dalam aplikasi penutup luka. Meskipun demikian, nanofiber PVA/kitosan tanpa modifikasi tambahan belum menunjukkan kemampuan antibakteri yang optimal. Berdasarkan hasil telaah pustaka, ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung komponen bioaktif, khususnya senyawa fenolik seperti asam galat serta golongan flavonoid, antara lain kaempferol dan kuersetin, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Sehingga fabrikasi elektrospun nanofiber PVA/Kitosan dengan penambahan ekstrak daun kelor berpotensi utuk digunakan sebagai aplikasi penutup luka.
Copyrights © 2026