Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia meningkat di daerah pedesaan Indonesia, khususnya Desa Sungai Kaki, Kalimantan Tengah, akibat minimnya deteksi dini dan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko PTM melalui skrining gula darah, kolesterol, dan asam urat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat via edukasi pola hidup sehat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, populasi mencakup warga desa peserta Aksi Layanan Sehat (ALS) LKC Dompet Dhuafa (nā300), sampel purposive 100 responden skrining, 100 penerima paket nutrisi/hygiene kit, dan 28 anak edukasi. Instrumen meliputi checklist skrining, lembar observasi, dan wawancara semi-terstruktur; analisis data dengan model Miles-Huberman plus triangulasi. Hasil menunjukkan 53 kasus hiperlipidemia, 37 hiperurisemia, 30 hipertensi, dan 4 diabetes melitus pada kelompok dewasa-lansia. Kesimpulan: Skrining berbasis komunitas efektif mendeteksi PTM dini dan meningkatkan literasi kesehatan melalui kolaborasi multistakeholder, meski keberlanjutan program perlu diperkuat.
Copyrights © 2026