Desa Banjar memiliki potensi perikanan yang belum optimal, dengan 70% kolam ikan tidak produktif atau hanya dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga. Keterbatasan pengetahuan tentang teknologi budidaya modern dan minimnya pengelolaan limbah kolam menyebabkan rendahnya nilai tambah ekonomi sektor perikanan. Program Litera Palana dikembangkan sebagai bagian dari Griha Litera PPK Ormawa BEM FITK UNSIQ untuk memberdayakan masyarakat melalui penerapan teknologi aquaponik sebagai solusi budidaya terpadu yang mengintegrasikan perikanan dan pertanian. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif meliputi sosialisasi, pembentukan kepengurusan Litera Palana , pelatihan teori-praktik aquaponik, konstruksi instalasi greenhouse percontohan, dan monitoring-evaluasi mingguan. Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test pengetahuan peserta serta survei minat implementasi mandiri. Program berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 45%, membangun satu unit instalasi aquaponik percontohan sebagai pusat edukasi desa, dan meningkatkan minat warga untuk adopsi teknologi (70% peserta menyatakan kesiapan membangun instalasi mandiri). Terjadi transformasi pola pikir masyarakat dari konsumsi subsisten menjadi orientasi ekonomi produktif. Implementasi Litera Palana terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis, kesadaran lingkungan, dan potensi ekonomi masyarakat. Model pemberdayaan berbasis aquaponik ini berkontribusi pada pengembangan Desa Cerdas berbasis literasi dan kewirausahaan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Copyrights © 2026