Bullying terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan salah satu persoalan krusial dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif karena dapat menghambat terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua peserta didik. Urgensi penelitian ini terletak pada masih tingginya kasus perundungan yang dialami ABK di sekolah dasar inklusif, yang berdampak negatif pada perkembangan sosial-emosional dan motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying yang dialami ABK, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta menganalisis strategi guru dalam menangani kasus bullying di lingkungan sekolah inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABK kerap mengalami bullying verbal, seperti ejekan dan hinaan terkait keterbatasan fisik maupun perilaku, serta bullying fisik ringan berupa dorongan dan jahilan, serta pengucilan dalam kegiatan kelompok. Faktor penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman siswa reguler mengenai keberagaman dan karakteristik ABK, serta budaya sekolah yang belum sepenuhnya inklusif. Selain itu, bullying berdampak pada menurunnya motivasi belajar, ketidaknyamanan psikologis, serta keterbatasan interaksi sosial antara ABK dan teman sebaya. Kesimpulannya, penanganan bullying membutuhkan strategi komprehensif melalui identifikasi kasus, edukasi nilai empati, pembinaan perilaku, kolaborasi dengan orang tua, serta penguatan budaya sekolah inklusif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas diskriminasi bagi ABK.
Copyrights © 2026