Masalah utama dalam penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan di tingkat Sekolah Dasar merupakan tahap awal yang sangat menentukan perkembangan pengetahuan serta keterampilan peserta didik. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting di jenjang ini adalah Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang mempelajari fenomena alam dan kehidupan sosial sehingga membutuhkan model pembelajaran yang relevan dengan lingkungan nyata dan pengalaman siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menggali secara mendalam bagaimana lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pemanfaatan tersebut dalam pembelajaran IPAS. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area sekolah memiliki potensi besar sebagai sumber belajar IPAS, khususnya pada materi bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya. Fasilitas seperti taman sekolah, kebun mini, dan apotek hidup sebenarnya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar. Namun dalam praktiknya, guru IPAS baru menggunakan taman dan kebun mini, sementara apotek hidup belum dimaksimalkan. Selain itu, proses pembelajaran masih lebih banyak dilakukan di ruang kelas, padahal kegiatan luar kelas dapat memberi peluang lebih besar bagi siswa untuk melakukan pengamatan langsung terhadap tumbuhan. Beberapa kendala yang ditemukan dalam penerapan pembelajaran berbasis lingkungan antara lain keterbatasan waktu, kondisi cuaca, serta perubahan keadaan siswa. Solusi yang diharapkan adalah guru dapat lebih optimal memanfaatkan potensi lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan meningkatkan kreativitas dalam mengelola fasilitas yang tersedia.
Copyrights © 2026