Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD GMIT Manumuti yang terlihat dari data pra-siklus di mana hanya 7 dari 22 siswa (31,8%) yang mencapai kriteria ketuntasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui model kooperatif tipe Group Investigation (GI). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Taggart dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas dan hasil belajar. Pada Siklus I, persentase aktivitas siswa mencapai 60,91% (kategori cukup), namun hasil belajar kognitif mengalami penurunan drastis karena siswa belum adaptif dengan model baru. Setelah refleksi dan perbaikan pada Siklus II, aktivitas siswa meningkat menjadi 92,50% (sangat aktif) dan ketuntasan klasikal hasil belajar melonjak menjadi 86,36% (19 siswa tuntas). Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Group Investigation secara efektif meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD GMIT Manumuti.
Copyrights © 2026