Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, khususnya yang membahas hubungan antara model pembelajaran inquiry terbimbing dan keterampilan berpikir kritis. Sumber data diperoleh dari jurnal terindeks SINTA dan Scopus yang kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk melihat pola, temuan, serta konsistensi hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry terbimbing secara konsisten memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Model ini mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran melalui tahapan merumuskan masalah, menyusun hipotesis, melakukan eksperimen, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Proses tersebut melatih siswa dalam berpikir sistematis, logis, dan analitis. Selain itu, inquiry terbimbing juga terbukti lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional karena mampu meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, serta pemahaman konsep yang lebih mendalam. Secara konseptual, efektivitas model ini didukung oleh teori konstruktivisme yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman langsung dan interaksi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model inquiry terbimbing tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotor siswa. Model pembelajaran inquiry terbimbing merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di era globalisasi.
Copyrights © 2026