ABSTRAK Pengawasan dan pengelolaan posyandu lansia harus ditingkatkan khususnya di wilayah Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa banyak kader posyandu lansia yang belum memahami standar kementerian kesehatan untuk mengelola posyandu lansia. Akibatnya, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada lansia belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarat ini adalah meningkatkan kapabilitas kader posyandu lansia di wilayah binaan Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda dalam melakukan pemeriksaan status kognitif, skrining tingkat kemandirian, dan penilaian risiko jatuh yang selama ini belum mereka ketahui. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dalam waktu dua hari dengan memberikan materi dalam bentuk ceramah, simulasi dan praktik. Adapun jumlah peserta sebanyak 20 orang dan kegiatan ini dilakukan evaluasi pre dan post test menggunakan instrumen pengetahuan dan keterampilan. Hasil pengabdian masyarakat didapatka peningkatan pengetahuan dari rata-rata 3 (kurang) menjadi 6 (Baik) dan keterampilan dari rata-rata 2 (kurang) menjadi 5 (baik) terkait pemberian pelatihan pemeriksaan status kognitif, skrining tingkat kemandirian, dan penilaian risiko jatuh pada kader posyandu lansia di Bengkuring, Kota Samarinda. Kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan kader terkait skrining khusus bagi lansia sehingga diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi di tempat lain. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan lansia berbasis komunitas. ABSTRACT Supervision and management of the elderly posyandu must be improved, especially in the Bengkuring Health Center area of Samarinda City. The results of interviews and observations showed that many elderly posyandu cadres did not understand the health ministry standards for managing elderly posyandu. As a result, the health services provided to the elderly were not optimal and comprehensive. Therefore, the purpose of this community service activity is to increase the capability of elderly posyandu cadres in the area under the supervision of the Bengkuring Health Center, Samarinda City in conducting cognitive status checks, screening levels of independence, and assessing the risk of falls that they have not known so far. The results of community service found that there was an increase in knowledge and skills before and after the provision of training in checking cognitive status, screening the level of independence, and assessing the risk of falling on elderly posyandu cadres in Bengkuring, Samarinda City. This activity is able to improve the quality and ability of cadres related to special screening for the elderly who have rarely received attention so that it is hoped that this activity can be replicated in other places.
Copyrights © 2026