Data dan informasi mengenai amfibi di Indonesia masih terbatas, meskipun kondisi hutan relatif terjaga dan berpotensi memiliki keanekaragaman tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan data, termasuk informasi tentang kekayaan dan distribusi jenis amfibi di Hutan Desa Durin Serugun, Kecamatan Sibolangit. Penelitian dilakukan di kawasan hutan tersebut, Kabupaten Deli Serdang (950–1.010 mdpl). Pengumpulan data menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) yang dipadukan dengan jalur purposive pada dua tipe habitat: akuatik dan terestrial. Analisis data dilakukan dengan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener, indeks kekayaan jenis Margalef, dan indeks dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada habitat akuatik ditemukan 12 jenis dengan 160 individu, sedangkan pada habitat terestrial terdapat 5 jenis dengan 19 individu dari 5 famili. Suhu udara berkisar 21–25 °C dengan kelembaban 99%, kondisi yang sesuai bagi amfibi yang hidup pada lingkungan lembab dan basah. Nilai indeks keanekaragaman (H’) amfibi akuatik (1,943) dan terestrial (1,267) tergolong sedang. Indeks kekayaan jenis (Dmg) akuatik (2,167) dan terestrial (1,358) tergolong rendah, sedangkan indeks dominansi (D) akuatik (0,184) dan terestrial (0,352) juga rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa habitat akuatik dan terestrial di Hutan Desa Durin Serugun masih relatif terjaga. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi upaya konservasi habitat amfibi serta menjadi sumber data keanekaragaman amfibi di Sumatera Utara.
Copyrights © 2026