Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

INVENTARISASI ANGGREK DI HUTAN BUKIT LAWANG DESA TIMBANG JAYA KECAMATAN BAHOROK KABUPATEN LANGKAT Syaiful Azhar; Muhammad Iqbal H Tambunan; Yusran Efendi Ritonga
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 4, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v4i2.1333

Abstract

Indonesia has 25% of the world's flowering plant species. One of the largest flowering plants in Indonesia is the Orchidaceae family. There are 4,000 – 5,000 species of orchids scattered in various provinces, one of which is in North Sumatra. There is still little information about the Family Orchidaceae found in the Bukit Lawang Forest, the purpose of this research is to determine the types of orchids found in the Bukit Lawang Forest, Timbang Jaya Village, Bahorok District. This research was conducted from December 2020 to January 2021. The research method is exploratory by making an inventory of the types of orchids found along the exploration path. The results found 9 species of orchids (7 genera) consisting of 7 epiphytes and 2 terrestrial, namely Bulbophyllum sp., Bromheadia sp., Plocoglottis sp., Epidendrum sp., Pinalia sp., Dendrobium sp. and Dendrobium lobolatum.
PENGARUH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN DELISERDANG Muhammad Iqbal H Tambunan
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 1, No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v1i1.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan tempat tinggal terhadap pengetahuan siswa tentang ekosistem hutan mangrove di Kabupaten Deliserdang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri Tahun Pembelajaran 2014/2015 sebanyak 110 siswa dari sekolah yang dekat dan 129 siswa dari sekolah yang jauh dari ekosistem mangrove. Teknik pengambilan data menggunakan tes pilihan berganda berjumlah 20 soal. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa lokasi tempat tinggal siswa berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswa terhadap ekosistem mangrove nilai t = 2,216 dan probabilitas P= 0,028.Kata Kunci :Pengetahuan, Tempat tinggal, Ekosistem Mangrove
IDENTIFIKASI TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (PHANEROGAMAE) DI KAMPUS II UINSU Adi Hartono; Miza Nina Adlini; Yusran Efendi Ritonga; Muhammad Iqbal H Tambunan; Martua Syahriadi Nasution; Jumiah Jumiah
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 3, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v3i2.755

Abstract

Tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) merupakan tumbuhan berbiji yang berkembang biak secara seksual. Tumbuhan ini memiliki persebaran yang cukup luas dan lazim ditemukan di berbagai daerah. Kampus II UINSU merupakan kampus yang memiliki keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi yang cukup bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) yang terdapat di Kampus II UINSU Metodologi penelitian yang digunakan ialah metode survey eksploratif dan deskriptif, dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. sampel dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku Tjitrosoepomo (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sub divisi tumbuhan, yaitu sub divisi  Angiospermae dan Gymnospermae. Pada sub divisi Angiospermae ditemukan 6 ordo dengan 9 famili pada kelas Monocotyledonae dan 25 ordo dengan 32 famili pada kelas Dicotyledonae. Sedangkan, pada sub divisi Gymnospermae ditemukan 1 kelas dengan 2 ordo tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) yang ditemukan di Kampus II UINSU.
INVENTARISASI KANTONG SEMAR (Nepenthes sp) ENDEMIK DATARAN TINGGI KAWASAN TELAGAH PUTERI DELENG PINTAU GUNUNG SIBAYAK KABUPATEN KARO Syaiful Azhar; Muhammad Iqbal Haitame Tambunan; Irfan Ritonga; Muhajir Syarif Lubis; Dede Kurniawan
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 13, No 1 (2023): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v13i1.53947

Abstract

Data collection of endemic species in each area requires continuous research, aims to determine the existence of the distribution of endemic species in a particular area, one of them is the pitcher plant (Nepenthes sp.). The purpose of this study was to record the species of pitcher plant endemic to the highlands of North Sumatra which are in the Puteri Deleng Pintau Lake area, on Mount Sibayak. The research was conducted from January to February 2022 using an exploratory method. The tools used in this study included soil testers, hygrometers, compasses, GPS, cameras, stationery, observer tables and reference books while the materials were Nepenthes sp plants which were found along the hiking trails. The results of the study found two species endemik to North Sumatra, namely N. tobaica and N. spectabilis. The finding that there is a shift in the habitat findings of N. spectabilis in the Mount Sibayak area has an impact on the threat to the sustainability of this endemic species in nature.Keywords: Endemik, Gunung Sibayak, Nepentheceace, Telagah Puteri   AbstrakPendataan spesies endemik pada setiap kawasan memerlukan penelitian berkelanjutan, bertujuan untuk mengetahui keberadaan dari penyebaran spesies endemik pada suatu kawasan tertentu, salahsatunya tumbuhan kantong semar (Nepenthes sp.). Tujuan penelitian ini mendata spesies kantong semar endemik dataran tinggi Sumatra Utara yang berada pada kawasan Telagah Puteri Deleng Pintau tepatnya di Gunung Sibanyak. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2022 dengan menggunakan metode eksploratif. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi soiltester, hygrometer, kompas, GPS, kamera, alat tulis, tabel pengamat dan buku referensi sedangkan bahan yaitu tumbuhan Nepenthes sp yang ditemukan disepanjang jalur pendakian. Hasil penelitian ditemukan dua spesies endemik Sumatra Utara yaitu N. tobaica dan N. spectabilis. Temuan bahwa terjadinya pergeseran temuan habitat dari N. spectabilis pada Kawasan Gunung Sibayak yang berdampak pada terancam kelestarian spesies endemik ini di alam.Kata kunci: Endemik, Gunung Sibayak, Nepentheceace, Telagah Puteri  
Uji Konsentrasi Cuka Salak (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) sebagai Obat Penurun Kadar Kolesterol dalam Darah Lubis, Jalilah Azizah; Harahap, Fatma Suryani; Tambunan, Muhammad Iqbal H.; Ritonga, Eka Nurwani
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa (In Progress)
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10487

Abstract

Salak Padangsidimpuan (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) memiliki ciri morfologi unik dengan ukuran yang lebih besar, daging berwarna merah, dan rasa asam khas. Kandungan asam ini memungkinkan buah salak diolah menjadi cuka salak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dalam cuka salak yang memiliki potensi sebagai obat herbal penurun kolesterol. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol untuk proses ekstraksi. Hasil ekstraksi kemudian diuji pada mencit hiperkolesterol dengan berbagai konsentrasi. Data hasil uji dianalisis menggunakan uji Anova. Hasilnya menunjukkan bahwa cuka salak mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, saponin, tanin, terpenoid, namun tidak mengandung flavonoid dan steroid. Uji Anova menunjukkan bahwa dosis terbaik cuka salak adalah 0.4 gr/ml, dengan durasi pemberian selama 20 hari sekali sehari, efektif menurunkan kolesterol. Cuka salak mampu menurunkan kolesterol 68.3%esuai dengan dosis yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cuka salak berpotensi digunakan sebagai alternatif penurun kadar kolesterol
Petrosavia sakuraii (Makino) J.J.Sm. ex Steenis on Mount Sibuatan, North Sumatra Ritonga, Yusran Efendi; Tambunan, Muhammad Iqbal H
Jurnal Biolokus : Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 7, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v7i2.2483

Abstract

This study presents new findings on Petrosavia sakuraii (Makino) J.J.Sm. ex Steenis, collected from Mount Sibuatan, North Sumatra. P. sakuraii (Makino) J.J.Sm. ex Steenis is a rare mycoheterotrophic plant in Indonesia, and its existance has not been scientifically reported until now. The research was conducted from July to November 2022 in the Gunung Sibuatan Protected Forest, Karo, North Sumatra. Data collection was carried out through exploratory methods. The samples found were documented and identified using various references. The results of the study include descriptions, illustrations, flowering and fruiting periods, habitat, distribution, and conservation status of P. sakuraii (Makino) J.J.Sm. ex Steenis. According to the IUCN Red List, this plant is classified as Data Deficient (DD) due to limited global data. Therefore, this finding contributes to the knowledge of the distribution of P. sakuraii (Makino) J.J.Sm. ex Steenis. This report marks the first recorded presence of this species in North Sumatra, specifically on Mount Sibuatan.
Pengaruh Tahapan Aklimatisasi Menggunakan Media Cocopid dan Spagnum terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Rumapea, Lusiana; Nainggolan, Junister; Harahap, Fauziyah; Tambunan, Muhammad Iqbal H.
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10284

Abstract

Anggrek Dendrobium adalah salah satu jenis anggrek yang banyak dibudidayakan, baik secara konvensional maupun melalui teknik kultur jaringan. Aklimatisasi merupakan tahap penting dalam proses pembudidayaan anggrek kultur jaringan, yang bertujuan untuk menyesuaikan tanaman dengan kondisi lingkungan baru setelah dipindahkan dari kultur jaringan ke media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media tumbuh (cocopid dan spagnum) serta perlakuan antibiotik dan fungisida terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang melibatkan dua jenis media tanam (cocopid dan spagnum) dan empat perlakuan (tanpa perlakuan, antibiotik, fungisida, dan kombinasi antibiotik serta fungisida). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, lebar daun, serta jumlah dan kondisi daun selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media spagnum memberikan pertumbuhan yang lebih optimal dibandingkan cocopid, dengan rata-rata tinggi tanaman mencapai 14,5 cm pada spagnum dan 11,8 cm pada cocopid. Perlakuan kombinasi antibiotik dan fungisida menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik, yaitu tinggi tanaman mencapai 15,2 cm, jumlah daun rata-rata 5 daun, serta lebar daun yang signifikan lebih besar (5,2 cm) dibandingkan dengan perlakuan tunggal (antibiotik atau fungisida) dan tanpa perlakuan. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa media tumbuh dan perlakuan antibiotik serta fungisida memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan anggrek (p 0,05), dengan interaksi media x perlakuan tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p 0,05). Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknik aklimatisasi anggrek, khususnya dalam pemilihan media tanam dan perlakuan yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan budidaya anggrek Dendrobium.
Pengaruh Perendaman Air Kelapa terhadap Pematahan Dormansi Biji Jagung Anliana, Anliana; Sitorus, Henry Pangihutan; Harahap, Fauziyah; Tambunan, Muhammad Iqbal H.
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10285

Abstract

Pematahan dormansi pada biji jagung sering menjadi tantangan utama dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman biji jagung dalam air kelapa dengan durasi berbeda terhadap peningkatan daya berkecambah dan pertumbuhan awal tanaman. Perlakuan terdiri dari P1 (tanpa perendaman), P2 (perendaman selama 10 jam), P3 (20 jam), dan P4 (30 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman air kelapa secara signifikan meningkatkan daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keseragaman tumbuh dibandingkan kontrol. Perlakuan P3 menghasilkan daya berkecambah tertinggi (92,3%) dan panjang akar rata-rata terbaik (8,5 cm). Mekanisme ini diduga terkait dengan kandungan hormon alami seperti sitokinin dan auksin dalam air kelapa yang merangsang aktivitas metabolisme biji. Temuan ini memberikan dasar untuk penggunaan air kelapa sebagai bahan alami dalam teknologi benih.
Characterization morfology of Nepenthes spp. in the lowlands XIII Koto Kampar District, Riau Azhar, Syaiful; Tambunan, Muhammad Iqbal H.; Adlini, Miza Nina; Sirait, Fitriatul Aspahani
Inornatus: Biology Education Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Inornatus: Biology Education Journal
Publisher : Univeritas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/inornatus.v5i2.847

Abstract

Lowlands such as peat swamps have specific, limited conditions that play a role in storing the world's main carbon, one of the plants that adapts is Nepenthes. This is important considering that peatlands in Indonesia face the threat of deforestation, while Nepenthes is a protected plant. So it is important to know the type and characteristics of Nepenthes in that location. Kampar Regency is an undulating area with lowland swamps. The research was conducted in August 2023, using a purposive sampling exploration method at locations considered to have potential. The samples found were recorded for habitat characteristics (altitude, temperature and coordinates) and photographed and collected (herbarium) for observation of their morphological characteristics. The results of the study found 3 types, namely N. gracilis, N. ampullaria, N. mirabilis, classified as lowland Nepenthes. The Nepenthes found were at 94-131 meters above sea level with a temperature range of 27-33 C. The morphological characteristics of Nepenthes are generally the same as similar characters in other areas. There are concerns about ecological disruption to the remaining lowland Nepenthes habitat in Koto Kampar. Therefore, this research is expected to be complementary data on biodiversity information in Riau, especially in the lowlands of Koto Kampar District.
Uji Konsentrasi Cuka Salak (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) sebagai Obat Penurun Kadar Kolesterol dalam Darah Lubis, Jalilah Azizah; Harahap, Fatma Suryani; Tambunan, Muhammad Iqbal H.; Ritonga, Eka Nurwani
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10826

Abstract

Salak Padangsidimpuan (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) memiliki ciri morfologi unik dengan ukuran yang lebih besar, daging berwarna merah, dan rasa asam khas. Kandungan asam ini memungkinkan buah salak diolah menjadi cuka salak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dalam cuka salak yang memiliki potensi sebagai obat herbal penurun kolesterol. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol untuk proses ekstraksi. Hasil ekstraksi kemudian diuji pada mencit hiperkolesterol dengan berbagai konsentrasi. Data hasil uji dianalisis menggunakan uji Anova. Hasilnya menunjukkan bahwa cuka salak mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, saponin, tanin, terpenoid, namun tidak mengandung flavonoid dan steroid. Uji Anova menunjukkan bahwa dosis terbaik cuka salak adalah 0.4 gr/ml, dengan durasi pemberian selama 20 hari sekali sehari, efektif menurunkan kolesterol. Cuka salak mampu menurunkan kolesterol 68.3%esuai dengan dosis yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cuka salak berpotensi digunakan sebagai alternatif penurun kadar kolesterol.