Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan orang tua dalam praktik pencegahan stunting pada keluarga miskin di Kota Makassar serta mengidentifikasi faktor sosial yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus selama tiga bulan. Subjek penelitian terdiri dari delapan informan utama, yaitu orang tua dari keluarga miskin yang memiliki anak balita, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan orang tua berperan sebagai modal budaya yang memengaruhi pengetahuan, sikap, dan praktik pengasuhan dalam pencegahan stunting. Namun, praktik tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, lingkungan sosial, budaya, akses layanan kesehatan, serta peran gender dalam keluarga. Keterbatasan ekonomi menjadi hambatan utama dalam pemenuhan gizi anak, sementara norma sosial dan habitus membentuk pola pengasuhan yang direproduksi secara turun-temurun. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi multidimensional, seperti peningkatan literasi kesehatan melalui edukasi berbasis komunitas, penguatan peran posyandu, serta integrasi bantuan sosial dengan edukasi gizi dan pengasuhan. Selain itu, diperlukan kebijakan yang sensitif terhadap konteks sosial budaya dan pemberdayaan perempuan dalam keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencegahan stunting merupakan fenomena kompleks yang memerlukan pendekatan lintas sektor, tidak hanya pada aspek kesehatan tetapi juga sosial, ekonomi, dan budaya.
Copyrights © 2026