Peningkatan penggunaan minyak goreng menghasilkan limbah yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelarut dan durasi transesterifikasi terhadap karakteristik fisikokimia biodiesel yang dihasilkan dari minyak goreng bekas. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana dengan dua faktor perlakuan yaitu pelarut (sodium metoksid dan sodium etoksid) dan durasi transesterifikasi (30, 60, 90, 120, 150). Biodiesel dianalisis berdasarkan parameter seperti densitas, kadar air, bilangan asam serta komposisi metil ester menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Penelitian penelitian menunjukkan bahwa biodiesel yang dihasilkan menggunakan natrium metoksid memiliki densitas dan kadar air lebih rendah, serta bilangan asam lebih stabil dibandingkan natrium etoksid. Waktu transesterifikasi optimum adalah 90 menit menggunakan natrium metoksid. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa biodiesel dengan durasi transesterifikasi optimum mengandung metil ester sebesar 97,895%, yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI 7182:2015). Dengan demikian, penggunaan minyak goreng bekas berpotensi menjadi bahan baku biodiesel yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026