Persaingan industri semen yang semakin ketat menuntut sistem distribusi semen curah yang efisien dan andal, khususnya melalui moda transportasi laut. Pelabuhan Biringkassi sebagai pelabuhan asal distribusi semen curah PT. Semen Tonasa masih menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas muat yang berdampak pada tidak tercapainya target distribusi di beberapa packing plant. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas muat semen curah, mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya produktivitas muat, serta merumuskan strategi peningkatan produktivitas muat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan kombinasi analisis kuantitatif dan kualitatif. Produktivitas muat dianalisis dalam satuan ton/jam, faktor penyebab dianalisis menggunakan diagram fishbone, dan perumusan strategi dilakukan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas muat semen curah yang diteliti masih berada di bawah standar operasional yaitu 230,27 ton/jam dari 450 ton/jam, dengan faktor dominan penyebabnya berasal dari keterbatasan dan keandalan peralatan ship loader. Strategi prioritas yang dihasilkan adalah strategi Strength–Threat (S–T), yang menekankan optimalisasi fasilitas, peningkatan keandalan peralatan, dan penguatan jaringan distribusi. Hasil penelitian ini berimplikasi pada perbaikan kinerja operasional pelabuhan dan armada kapal dalam mendukung distribusi semen curah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025