Sapi Bali merupakan ternak lokal Indonesia yang unggul dalam adaptasi lingkungan serta berperan penting dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik peternak dan produksi karkas sapi Bali di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik purposive sampling, dengan mengambil 40% wilayah yang memiliki populasi sapi lokal terbesar, yaitu Kecamatan Uepay, Tonggauna, Abuki, dan Wonggeduku. Dari masing-masing wilayah, dipilih 40% desa dengan populasi sapi tertinggi, dengan syarat responden memiliki minimal satu pasang sapi potong.Parameter yang diamati meliputi karakteristik peternak (lama beternak, umur ternak, asal-usul ternak, dan data penjualan) serta performa karkas (bobot karkas, persentase karkas, dan bobot non karkas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengalaman beternak berkisar 3–5 tahun, kepemilikan awal ternak umumnya 2 ekor, dan mayoritas ternak berumur dara. Penjualan ternak berkisar 2–4 ekor per peternak. Total populasi sapi potong dari empat kecamatan mencapai 14.750 ekor, dengan populasi tertinggi di Kecamatan Tonggauna sebanyak 4.872 ekor. Hasil analisis karkas menunjukkan bahwa sapi jantan memiliki bobot potong, bobot tulang, dan bobot karkas yang lebih tinggi dibanding betina. Namun, sapi betina menunjukkan bobot total daging dan rasio daging terhadap tulang yang lebih baik. Secara keseluruhan, produktivitas sapi Bali di Kabupaten Konawe tergolong baik, didukung oleh karakteristik peternak dan populasi ternak yang cukup besar, meskipun terdapat perbedaan performa karkas antara jantan dan betina.
Copyrights © 2026