Resistensi antibiotik pada Escherichia coli merupakan isu kritikal dalam industri peternakan ayam broiler yang terus berkembang. Gen resisten yang terdapat pada isolat Escherichia coli berpotensi mendukung terbentuknya resistansi antibiotik yang semakin kompleks dan berpotensi mengancam peningkatan risiko penyebaran penyakit zoonosis serta kontaminasi produk pangan asal ternak yang tidak terkendali apabila tidak dilakukan pengawasan yang ketat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola resistensi bakteri Escherichia coli terhadap antibiotik ampisilin dan tetrasiklin dari wilayah peternakan ayam broiler Kabupaten Kepulauan Selayar. Sampel penelitian diperoleh dari 15 lokasi peternakan ayam broiler yang tersebar di Kecamatan Bontomanai. Identifikasi bakteri menggunakan metode makroskopis dan mikroskopis. Isolat E. coli yang resistan terhadap antibiotik ampisillin dan tetrasiklin diperoleh dari hasil uji sensitivitas dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil menunjukkan bahwa seluruh sampel (100%) positif mengandung E. coli, dengan 80% isolat resisten terhadap ampisilin dan 33,33% resisten terhadap tetrasiklin. Temuan ini menyoroti urgensi penerapan regulasi ketat dalam penggunaan antibiotik secara bijak dan rasional di peternakan ayam broiler guna mencegah eskalasi resistensi lebih lanjut. Peningkatan edukasi dan penerapan peternakan berkelanjutan juga diperlukan untuk menekan risiko Antimicrobial Resistance (AMR). Dengan adanya langkah preventif yang konsisten diharapkan keamanan pangan asal ternak dapat terjaga serta kesehatan masyarakat tetap terlindungi secara optimal.
Copyrights © 2026