Pendidikan vokasi di zaman Revolusi Industri 4.0 memerlukan kemampuan beradaptasi dan penguasaan keterampilan yang sesuai dengan permintaan industri. Dalam kompetensi keahlian Multimedia, evaluasi tradisional yang mengandalkan tes tertulis dinilai tidak cukup efektif untuk mencerminkan kompetensi holistik siswa, sehingga perlu adanya pergeseran ke penilaian berbasis kinerja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan penerapan penilaian non-tes, terutama observasi kinerja dan portofolio, dalam proses belajar multimedia di SMKN 15 Bandung. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data seperti wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup pengurangan, penyajian, dan pengujian data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa SMKN 15 Bandung telah mengimplementasikan penilaian non-tes yang menitikberatkan pada proses serta hasil karya, dengan proporsi dampak terhadap pencapaian kompetensi mencapai 80%. Alat utama yang digunakan mencakup pengamatan kinerja untuk mengevaluasi soft skills dan proses kerja, serta portofolio untuk menilai mutu produk teknis. Penerapan rubrik penilaian terbukti ampuh dalam mempertahankan objektivitas penilaian yang sifatnya subjektif. Walaupun mengalami tantangan dalam hal waktu dan sumber daya, penilaian non-tes terbukti sebagai metode evaluasi yang autentik dan menyeluruh, serta berfungsi dengan baik sebagai umpan balik (evaluation for learning) untuk peningkatan mutu pembelajaran
Copyrights © 2026