Konflik Palestina Israel tidak hanya berlangsung di medan fisik, tetapi juga berkembang di ruang digital melalui media sosial yang berfungsi sebagai arena perang narasi global. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif peran media sosial dalam membangun, menyebarkan, dan mengontestasikan narasi terkait konflik Palestina Israel serta dampaknya terhadap opini publik global. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap publikasi ilmiah terindeks Scopus pada periode 2020 sampai 2025. Dari hasil penelusuran dan proses seleksi, diperoleh 19 studi yang relevan untuk dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial dimanfaatkan oleh beragam aktor mulai dari negara, organisasi non negara, media arus utama, influencer, hingga jurnalis warga dengan strategi komunikasi yang berbeda sesuai karakteristik platform. Perang narasi digital ditandai oleh polarisasi wacana, pembentukan echo chamber, dominasi visual emosional, serta peran algoritma dan kecerdasan buatan dalam memperkuat bias dan visibilitas konten. Temuan juga menegaskan peran visual storytelling, citizen journalism, dan pembentukan affective publics dalam membangun legitimasi politik dan solidaritas global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial bukan medium netral, melainkan ruang kuasa yang secara aktif membentuk persepsi publik dan tekanan politik internasional dalam konflik Palestina-Israel.
Copyrights © 2026