Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam internalisasi nilai-nilai keagamaan pada peserta didik. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih berfokus pada aspek kognitif sering kali belum mampu membentuk karakter religius secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai keagamaan dalam film pendek Mama Beti episode “Persiapan Imlek dan Ramadhan” serta mengkaji potensinya sebagai media transformative learning dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi terhadap film dan dokumentasi literatur pendukung, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes pada tataran denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut memuat nilai berbagi, toleransi (tasamuh), tidak pamrih, dan tanggung jawab yang disajikan secara kontekstual melalui dialog dan alur cerita yang dekat dengan realitas sosial masyarakat majemuk. Penggunaan film sebagai media transformative learning mampu mendorong refleksi kritis peserta didik sehingga terjadi perubahan cara pandang dan penguatan karakter religius. Dengan demikian, film pendek dapat menjadi alternatif media pembelajaran PAI yang efektif, kontekstual, dan relevan di era digital.
Copyrights © 2026