Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di tingkat lokal. Dalam praktiknya, keberlangsungan UMKM tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial yang melekat dalam aktivitas usaha. Salah satu bentuk strategi yang dapat digunakan dalam mempertahankan usaha adalah pemanfaatan modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial sebagai strategi bertahan UMKM kuliner di wilayah Cibiru Kota Bandung serta mengkaji dampaknya terhadap keberlangsungan usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pelaku UMKM kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam mendukung keberlangsungan UMKM kuliner. Kepercayaan antara pelaku usaha dan konsumen mampu meningkatkan loyalitas pelanggan, sementara jaringan sosial dimanfaatkan untuk memperoleh informasi, sumber daya, serta dukungan dalam menghadapi berbagai kendala usaha. Selain itu, norma sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat turut menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui hubungan yang harmonis antar pelaku usaha. Modal sosial juga berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi digital melalui pertukaran informasi dalam jaringan sosial. Dengan demikian, modal sosial dapat dipahami sebagai salah satu strategi yang efektif dalam mempertahankan keberlangsungan UMKM kuliner serta meningkatkan daya saing usaha di tengah perubahan ekonomi
Copyrights © 2026