Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggambarkan bagaimana model pembelajaran area diterapkan dalam upaya mengoptimalkan perkembangan kognitif anak usia dini, sekaligus mengungkap berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya di RA Maarif Al Istiqamah Waitawar Polewali Mandar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebagai subjek penelitian yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sementara keabsahan data diverifikasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran area yang dilaksanakan secara sistematis melalui lima area, yaitu area balok, bermain peran, seni, matematika, dan sains, terbukti meningkatkan kemampuan kognitif anak secara signifikan, meliputi kemampuan mengenal konsep bilangan, mengelompokkan benda, memecahkan masalah, dan memahami hubungan sebab akibat. Faktor pendukung keberhasilan meliputi kompetensi guru, ketersediaan sarana prasarana, dukungan kepala sekolah, dan antusiasme peserta didik. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan jumlah guru pendamping, perbedaan kemampuan belajar peserta didik, dan keterbatasan waktu pembelajaran
Copyrights © 2026