Perbedaan antara kuantitas dan kualitas hafalan Al-Qur’an masih sering dijumpai dalam pembelajaran tah-fidz, khususnya ketika santri mampu menambah jumlah hafalan tetapi masih mengalami kesalahan bacaan saat muroja’ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode talaqqi dalam meningkatkan kuali-tas hafalan santri yang mencakup ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran bacaan, dan kestabilan hafalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest ter-hadap 30 santri tingkat menengah yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui tes hafalan dan lem-bar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata hafalan santri dari 72,9 pada pretest menjadi 86,2 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa metode talaqqi berperan penting dalam meningkatkan kualitas hafalan santri.
Copyrights © 2026