Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola konsumsi mahasiswa akibat penggunaan layanan paylater dalam perspektif sosiologi ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Kerangka teoritis yang digunakan mencakup konsep embeddedness Karl Polanyi, teori masyarakat konsumsi Jean Baudrillard, serta konsep habitus dan kapital simbolik Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paylater tidak hanya mengubah cara mahasiswa bertransaksi, tetapi juga mengonstruksi ulang makna konsumsi sebagai arena pembentukan identitas sosial dan reproduksi hierarki dalam komunitas kampus. Normalisasi utang digital yang didorong oleh tekanan sebaya dan budaya media sosial mereproduksi habitus konsumtif yang berpotensi berdampak negatif pada kesehatan finansial jangka panjang mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan intervensi holistik melalui penguatan literasi keuangan, regulasi platform BNPL, dan pendidikan kesadaran kritis di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026