Penelitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dalam implementasi Rencana Kontingensi Kekeringan (Renkon) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota Kupang bercirikan iklim semi-kering dengan curah hujan rendah dan musim kemarau yang panjang, sehingga sangat rentan terhadap kejadian kekeringan yang berkepanjangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang telah merumuskan Rencana Kontingensi sebagai instrumen untuk mengantisipasi dan mengelola dampak kekeringan; namun, efektivitas rencana ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif induktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan kunci dari BPBD Kota Kupang, dan anggota masyarakat, dilengkapi dengan observasi lapangan dan tinjauan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terwujud melalui keterlibatan dalam kegiatan sosialisasi Informasi, Pendidikan, dan Komunikasi (KIE) dan latihan simulasi bencana terstruktur (Gladi Ruang, Gladi Posko, dan Gladi Lapang). Namun, partisipasi masih suboptimal karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang risiko kekeringan, cakupan sosialisasi yang tidak merata, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah, kendala ekonomi, dan faktor sosial budaya. Strategi optimasi mencakup perluasan jangkauan sosialisasi ke seluruh desa perkotaan, melibatkan pemimpin masyarakat dan agama sebagai agen informasi, melakukan simulasi bencana multi-tahap, memperkuat koordinasi antar lembaga, dan meningkatkan alokasi anggaran untuk program manajemen bencana.
Copyrights © 2026