Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pemangku kepentingan yang diterapkan oleh Wakil Kepala Bidang Kemahasiswaan di SMA Negeri 1 Indralaya dalam membangun kolaborasi dengan pihak eksternal. Fokus utama penelitian ini adalah pada identifikasi pemangku kepentingan, teknik komunikasi persuasif, dan pelembagaan kerja sama formal untuk mendukung disiplin dan prestasi siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Wakil Kepala Bidang Kemahasiswaan, observasi lapangan, dan dokumentasi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wakil Kepala Bidang Kemahasiswaan menerapkan strategi "Undangan Elegan" sebagai bentuk manajemen kesan untuk mengurangi penolakan orang tua. Lebih lanjut, kolaborasi strategis dibangun melalui Nota Kesepahaman (MOU) dengan Unit Lalu Lintas Kepolisian Ogan Ilir Resort terkait peraturan lalu lintas dan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pembentukan Duta Anti Narkoba di tingkat kelas. Secara sosiologis, strategi ini mewakili upaya untuk mengubah modal sosial menjadi instrumen kontrol sosial formal dan informal. Temuan ini menegaskan bahwa manajer tingkat menengah di sekolah memainkan peran penting sebagai jembatan antara kebijakan institusional dan dinamika sosial masyarakat.
Copyrights © 2026