Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara ketangguhan mental dan kecemasan bertanding yang meliputi kecemasan somatik, kecemasan kognitif, dan kepercayaan diri pada atlet angkat besi di Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 atlet angkat besi di provinsi jambi yang aktif berlatih dan pernah mengikuti pertandingan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling.Untuk mengukur Mental Toughness, Questionnaire of Mental Toughness-48 (MTQ-48) dan Competitive State Anxiety Inventory-2 Revised (CSAI-2R), yang telah disesuaikan untuk konteks angkat besi, digunakan. Uji korelasi Pearson Product Moment dan IBM SPSS Statistics versi 27 digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga hubungan positif yang signifikan antara ketangguhan mental dengan kepercayaan diri (r = 0,738; p = 0,001), satu hubungan negatif yang signifikan antara ketangguhan mental dengan kecemasan somatik (r = -0,748; p = 0,001), dan satu hubungan negatif yang signifikan antara ketangguhan mental dengan kecemasan kognitif (r = -0,651; p = 0,001). Hasilnya juga menunjukkan bahwa mental toughness melindungi atlet angkat besi dari kecemasan bertanding. Oleh karena itu, ketangguhan mental harus dimasukkan secara menyeluruh dalam program pembinaan atlet.
Copyrights © 2026