Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEDIA WEIGHTED JACKET DAN WEIGHTED BELT UNTUK KEKUATAN TUNGKAI ATLET POLO AIR : STUDI LITERATUR Pratiwi, Ayudya Suidarwanty; Mulyana, Boyke; Sidik, Dikdik Zafar
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 12, No 3 (2020): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v12i3.14421

Abstract

Water polo is a full body contact sport. It is the combination of swimming, rugby, soccer, and basketball. The basic skills to be mastered in water polo are swimming, water trapping, and ball controlling using hands while floating in the water supported by egg-beater foot movement, where the leg endurance is the main point to perfect this technique. Athletes need leg endurance to float and swim during the game. This study is a literature review aimed at analyzing water polo athletes’ training using weighted jacket and weighted belt in water on their strength and leg endurance. The data were collected from research results published in national and international journals from 1991 to 2019. Therefore, the data were analyzed using content analysis. The review result revealed that the strategy to combine weighted jacket and weighted belt to train water polo athletes’ leg endurance was more effective. Weighted belts were worn around the athlete's waist, and heavy objects that were generally used for scuba diving were placed on belts. On the other hand, weighted jackets must be placed directly below the waist and the weight is suspended between the legs. The jacket with soft, durable, and waterproof material can be adjusted to the athlete's body size. The use of weighted jacket and weighted belt training media in water polo affected the strength and leg endurance of water polo athletes directly.
Healthy School Activation Program: A Physical Activity Education and Intervention Strategy to Reduce Sedentary Behaviour in Elementary Students Norito, Tri Bayu; Aman, Mohd Salleh; Waldo, Kevin; Pratiwi, Ayudya Suidarwanty; Pradana, Ceppy
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v9i1.45900

Abstract

The Healthy School Activation program was designed to address the growing concerns of sedentary lifestyles, limited health knowledge, and low physical activity among elementary school students. It seeks to cultivate healthier behaviors, improve learning focus, and promote a collaborative school culture involving students, teachers, and parents. This qualitative study involved 120 fifth grade students from two elementary schools in Muara Bulian, divided into intervention and control groups. Ten teachers participated as key informants. Data collection methods included questionnaires, anthropometric assessments, and semi-structured interviews. The intervention led to a 35% increase in students' physical activity levels and improved health knowledge from 40% to 85%. A notable reduction in body mass index was observed among overweight students. Positive shifts were also reported in students’ attitudes toward physical activity, accompanied by enhanced focus and peer interaction in the classroom. Findings suggest that the program is effective in promoting active and healthy lifestyles among elementary students. The program adopts a collaborative strategy involving educators and families, providing a feasible model for promoting active lifestyles and fostering a supportive, health oriented school culture that can be implemented broadly and sustainably.
Pengaruh Latihan Ladder Drill terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Pada Atlet Pencak Silat Lativa, Nur; Pratiwi, Ayudya Suidarwanty; Daya, Wawan Junresti
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v15i1.54095

Abstract

Kecepatan tendangan sabit merupakan salah satu faktor penting dalam pencak silat yang menentukan efektivitas serangan dalam pertandingan. Namun, berdasarkan hasil observasi, kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat masih tergolong rendah sehingga serangan mudah diantisipasi oleh lawan dan kurang optimal dalam menghasilkan poin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan ladder drill terhadap kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian ini terdiri dari 8 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kecepatan tendangan sabit yang dilakukan selama 10 detik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji hipotesis paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pretest sebesar 15,75 meningkat menjadi 21,00 pada posttest dengan peningkatan sebesar 5,25 atau 33,33%. Hasil uji t menunjukkan nilai p < 0,05, sehingga terdapat pengaruh signifikan latihan ladder drill terhadap kecepatan tendangan sabit. Dengan demikian, latihan ladder drill terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat.
Hubungan Aktivitas Fisik Luar Ruangan dengan Tingkat Stres Siswa Usia 10–12 Tahun di MI Al Munawarah Jambi Gusani, Welly Febri; Daya, Wawan Junresti; Pratiwi, Ayudya Suidarwanty
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jptd.v11i1.54393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik luar ruangan dengan tingkat stres siswa di MI Al Munawwarah Jambi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada keterbatasan sarana prasarana sekolah yang berpotensi membatasi aktivitas fisik siswa serta meningkatnya risiko stres pada usia remaja awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 61 siswa berusia 10–12 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur aktivitas fisik dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank (rho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat aktivitas fisik rendah dan tingkat stres berada pada kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,110 dengan nilai signifikansi p = 0,397 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik luar ruangan dengan tingkat stres siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas fisik bukan merupakan faktor dominan dalam memengaruhi tingkat stres siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat stres siswa bersifat multidimensional dan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti tekanan akademik, lingkungan sosial, dan kondisi keluarga, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam upaya menjaga kesehatan mental siswa.