EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
Vol 14, No 1 (2026)

ETNOMATEMATIKA ADAT BABILANGAN: ANALISIS KONSEP PENJUMLAHAN DAN ARITMETIKA MODULO DALAM BUDAYA MASYARAKAT TAPIN

Syifa, Muhammad (Unknown)
Ekawati, Aminah (Unknown)
Khair, Muhammad Sa'duddien (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Pembelajaran matematika tidak hanya menuntut penguasaan konsep, tetapi juga pemaknaan proses berpikir dalam konteks kehidupan nyata, termasuk budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis konsep penjumlahan dan aritmetika modulo dalam praktik adat babilangan serta menjelaskan langkah-langkah pelaksanaannya di masyarakat Tapin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap tiga informan dari desa berbeda yang memahami Adat Babilangan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adat Babilangan berakar pada praktik hisab berbasis aksara hijaiyah yang diwariskan secara turun-temurun. Konsep matematis yang ditemukan meliputi penjumlahan bilangan bulat serta aritmetika modulo multibasis, seperti modulo 12 untuk menentukan sifat individu serta modulo 3, 5, dan 7 dalam penentuan nasib pernikahan melalui perhitungan nilai aksara. Meskipun terdapat variasi nilai aksara dan perbedaan penafsiran antar narasumber, struktur perhitungan tetap konsisten, yaitu penjumlahan yang diikuti pembagian bersisa. Temuan ini menunjukkan bahwa Adat Babilangan merupakan bentuk matematika informal yang berpotensi menjadi konteks pembelajaran yang mengaitkan konsep matematika formal dengan budaya lokal. Kata kunci: Adat Babilangan, Etnomatematika, Modulo, Penjumlahan Abstract: Mathematics learning requires not only conceptual mastery but also meaningful understanding of thinking processes in real-life contexts, including local cultural practices. This study aims to identify and analyze the concepts of addition and modular arithmetic embedded in the Adat Babilangan tradition and to systematically describe the procedures used in its implementation within the Tapin community. The study employed an exploratory qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews and documentation involving three participants from different villages who are knowledgeable about Adat Babilangan. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Adat Babilangan is rooted in a traditional calculation system based on the Arabic (Hijaiyah) script, transmitted across generations. The identified mathematical concepts include integer addition and multi-base modular arithmetic, such as modulo 12 for determining individual characteristics, and modulo 3, 5, and 7 for determining marital compatibility through calculations based on the numerical values of Hijaiyah letters. Despite variations in letter values and differences in interpretation among informants, the underlying computational structure remains consistent, involving addition followed by division with remainders. These findings suggest that Adat Babilangan represents a form of informal mathematics with potential as a culturally relevant context for connecting formal mathematical concepts to local traditions. Keywords: Adat Babilangan, Addtion, Etnomatematics, Modular

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

edumat

Publisher

Subject

Education Mathematics

Description

EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika ...