Sinden secara umum dikonsepsikan sebagai penyanyi solo perempuan. Namun, konsep ini dipatahkan oleh adanya fenomena cross gender sinden lanang pada Sanggar Gubyubing Budaya Kota Blitar. Pelakunya adalah Udin dengan nama panggung Dina Laura yang memperlihatkan bahwa gagasan gender dan jenis kelamin tidak harus biner. Tujuan dari penelitian ini berupaya mengkaji kesenian cross gender sinden lanang melalui sudut pandang performativitas gender untuk mengetahui bagaimana pelaku sinden lanang melakukan transformasi dan rekonstruksi bineritas gender feminin-maskulin melalui performativitas gendernya di dalam pertunjukan. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan etnografi feminis. Penggalian datanya dengan cara triangulasi yang dianalisis menggunakan teori performativitas gender Judith Butler. Hasil penelitiannya ditemukan bahwa melalui pertunjukan cross gender sinden lanang, Udin berusaha menunjukkan bahwa transformasi gender feminin-maskulin dapat dilakukan dengan mudah. Terutama ditempuh dengan penanda permukaan tubuh, seperti make up, suara, perilaku dan pakaian. Ini menunjukkan bahwa gender sebenarnya adalah sesuatu yang dinamis dan dapat berubah-ubah melalui tindakan pengulangan. Maka dari itu, sinden lanang menjadi salah satu bentuk rekonstruksi atas bineritas gender.
Copyrights © 2026