Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengenalan studi kebantenan melalui pembelajaran sastra anak di sekolah dasar sebagai upaya penguatan identitas budaya, literasi, dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menganalisis berbagai sumber ilmiah dalam lima tahun terakhir terkait kearifan lokal, sastra anak, dan pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi studi kebantenan dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya siswa melalui internalisasi nilai religius, sosial, dan filosofis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sastra anak terbukti menjadi media efektif dalam menyampaikan nilai kebantenan karena bersifat naratif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Selain itu, pembelajaran sastra anak berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan literasi membaca, literasi budaya, serta membentuk karakter siswa seperti empati, tanggung jawab, dan gotong royong. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan bahan ajar berbasis budaya lokal dan kurangnya kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Lebih lanjut, integrasi sastra anak berbasis kebantenan juga mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi bernalar kritis, kreatif, dan berkarakter. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang kontekstual serta peningkatan kompetensi guru untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pembelajaran sastra anak berbasis budaya lokal di sekolah dasar.
Copyrights © 2026