Kegiatan penangkapan dan pengolahan ikan kakatua di wilayah Sulawesi menghasilkan limbah padat, terutama bagian kulit, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit ikan kakatua mengandung kolagen dalam jumlah tinggi dan berpotensi diolah menjadi gelatin alami. Gelatin merupakan polipeptida hasil hidrolisis kolagen yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, dan fotografi. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa kulit ikan kakatua mengandung kadar air 79,81 ± 3,57%, abu 0,60 ± 0,02%, lemak 0,65 ± 0,03%, dan protein 10,29 ± 0,99%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia gelatin yang diekstraksi dari kulit ikan kakatua. Analisis proksimat, proses ekstraksi, dan karakterisasi gelatin dilakukan di Laboratorium Dasar Universitas Muhammadiyah Kendari. Hasil menunjukkan bahwa gelatin yang dihasilkan memiliki rendemen 10,20 ± 1,04%, viskositas 12 ± 1 cP, kekuatan gel 141,1 ± 36,33 Bloom, dan pH 7,97 ± 0,01. Parameter tersebut memenuhi standar SNI 06-3735-1995 dan GMIA (2019). Analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi khas gelatin. Kulit ikan kakatua berpotensi sebagai sumber gelatin alternatif.
Copyrights © 2026