Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kekurangan asupan zat gizi dalam jangka panjang yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan tinggi badan anak. Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Soropia, Kabupaten Konawe, meningkat dari 5,9% pada tahun 2019 menjadi 18,4% pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola pemberian makan, riwayat ASI eksklusif, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 168 balita. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, sedangkan kasus stunting ditentukan dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square pada taraf kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil menunjukkan bahwa pola pemberian makan (p = 0,001) dan riwayat ASI eksklusif (p = 0,012) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Sanitasi lingkungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,052). Pola pemberian makan yang tepat dan riwayat ASI eksklusif berperan penting dalam pencegahan stunting. Upaya edukasi gizi dan promosi ASI eksklusif perlu ditingkatkan untuk menurunkan prevalensi stunting.
Copyrights © 2026