Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dampak pemberdayaan lansia melalui program terapi psikososial di Sentra Gau Mabaji Gowa dalam perspektif perkembangan psikososial Erikson. Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut adanya intervensi yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga psikososial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari lansia, pekerja sosial, psikolog, dan staf lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program terapi psikososial yang dilaksanakan meliputi terapi mental dan spiritual, terapi musik, terapi seni, terapi kognitif, terapi reminiscence, serta konseling psikologis. Program ini mampu meningkatkan partisipasi lansia, memperkuat interaksi sosial, serta membantu lansia dalam mengekspresikan diri dan mengelola emosi. Dalam perspektif Erikson, program ini berkontribusi pada keberhasilan lansia dalam mencapai tahap integritas diri (ego integrity), yang ditandai dengan penerimaan diri, refleksi positif terhadap pengalaman hidup, dan penemuan makna hidup. Dengan demikian, pemberdayaan lansia melalui terapi psikososial terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikososial lansia secara menyeluruh
Copyrights © 2026