Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep berpikir dari perspektif Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Temuan tersebut menunjukkan bahwa dalam Islam, berpikir tidak semata-mata berorientasi pada logika dan analisis rasional, tetapi juga terintegrasi dengan nilai-nilai monoteisme, kemurnian hati, dan tujuan spiritual. Proses berpikir melibatkan aspek kognitif, reflektif, analitis, kontemplatif, dan bahkan intuitif-spiritual, semuanya diarahkan untuk memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah. Pemikiran Islam menggabungkan wahyu, akal, watak bawaan, dan pengalaman empiris dalam kerangka nilai-nilai ilahi, membedakannya dari pemikiran sekuler, yang cenderung antroposentris. Studi ini menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur'an, Sunnah, dan tradisi Sufisme sebagai fondasi utama untuk mengembangkan cara berpikir Islam yang holistik dan transendental.
Copyrights © 2026