Perkembangan teknologi digital telah mengubah dunia secara signifikan yang memberikan dampak positif dan negatif terhadap remaja. Nomophobia atau “No Mobile Phone Phobia” adalah perilaku atau sikap kecanduan yang dirasakan karena perasaan takut tidak memakai smartphone yang menjadi salah satu dampaknya. Kegiatan remaja yang dilakukan di dusun Menulis saat kegiatan rapat yang seharusnya berfokus pada diskusi namun remaja terlihat fokus memperhatikan hp masing-masing. Remaja merasa takut jika ada pesan atau informasi yang terlewat di sosial media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap nomophobia pada remaja di dusun menulis sumbersari, sleman yogyakarta. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 60 remaja. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas usia responden 18-24 tahun sebanyak 61,7%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 58,3%, dengan pendidikan terbanyak adalah perguruan tinggi sebanyak 60%, sikap tehadap nomophobia pada kategori berat sebanyak 61,7%. Kesimpulan dari penelitian ini responden memiliki tingkat sikap tehadap nomophobia berat sehingga perlunya kesadaran diri terkait penggunaan hp. Saran peneliti yaitu remaja perlu diberikan kesadaran dan kewaspadaan dalam penggunaan hp agar dapat mengurangi tingkat nomophobia.
Copyrights © 2026