Hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan karena merupakan salah satu penyakit yang sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam." Hal ini disebabkan oleh kurangnya tanda atau gejala yang tampak secara jelas, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius pada organ seperti jantung, otak, dan ginjal. Menurut data yang diperoleh dari Dinkes Kabupaten Wakatobi, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kasus hipertensi setiap tahunnya. pada tahun 2020 sebanyak 11.163 kasus (50,3%), penderita hipertensi pada tahun 2021 sebanyak 6.227 kasus (26,6%), dan penderita hipertensi pada tahun 2022 sebanyak 3.030 kasus (56,6%).. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian penyakit hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kaledupa.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian berjumlah 289 responden dengan sampel 150 responden dengan cara Purposive Sampling. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dan di uji menggunakan uji Odds Ratio (OR).Hasil Uji Odds ratio menunjukan bahwa riwayat keluarga dengan nilai OR = 28,656, aktivitas fisik dengan nilai OR = 35,821, stres dengan nilai OR = 39,942. Kesimpulan penelitian yaitu riwayat keluarga, aktivitas fisik, stres merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kaledupa.Disarankan kepada masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat seperti meningkatkan aktifitas fisik yang baik dan mengurangi stres yang berlebihan agar terhindar dari penyakit seperti hipertensi.
Copyrights © 2026