Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas kerja aparatur serta komitmen pimpinan terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024, seluruh barang yang diperoleh melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dari sumber perolehan lain yang sah dikategorikan sebagai Barang Milik Daerah. Oleh karena itu, pengelolaan BMD harus dilaksanakan secara akuntabel, efektif, efisien, dan ekonomis. Namun dalam praktiknya, pengelolaan aset daerah di berbagai daerah masih menghadapi sejumlah permasalahan. Temuan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan masih adanya aset daerah yang belum tercatat secara optimal, hilang, rusak, berpindah tangan, maupun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan beberapa aset seperti tanah dan bangunan dibiarkan terbengkalai sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak dan dapat menimbulkan persoalan hukum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran kualitas kinerja aparatur serta komitmen pimpinan dalam mendukung pengelolaan aset daerah yang lebih baik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik sensus, di mana seluruh anggota populasi yang berjumlah 92 orang dijadikan sebagai responden. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden serta didukung oleh dokumentasi resmi yang diperoleh dari BPKAD. . Selanjutnya, data yang telah terkumpul dianalisis dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 melalui beberapa tahapan, meliputi pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, analisis deskriptif untuk menggambarkan data, serta analisis regresi linier berganda guna mengetahui hubungan antar variabel. Selain itu, dilakukan pula pengujian asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas sebagai syarat kelayakan model penelitian. Dalam rangka menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan uji parsial (uji t) untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara individu, uji simultan (uji F) untuk melihat pengaruh secara bersama-sama, serta analisis koefisien determinasi guna mengukur besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kerja aparatur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah. Selain itu, komitmen pimpinan juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan aset daerah. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas kinerja aparatur yang didukung oleh komitmen pimpinan yang kuat akan mampu mendorong terciptanya pengelolaan aset daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperlukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan BMD, antara lain melalui pengembangan kompetensi dan profesionalisme aparatur secara berkelanjutan melalui program pelatihan, penguatan budaya kerja yang menekankan pada kinerja dan akuntabilitas, peningkatan komitmen pimpinan dalam menciptakan tata kelola aset yang transparan, serta penguatan kebijakan dan sistem pengawasan. Selain itu, penerapan strategi manajerial yang mampu mengintegrasikan peran aparatur dan pimpinan, serta peningkatan koordinasi dan komunikasi antarunit kerja juga menjadi faktor penting dalam mendukung optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah.
Copyrights © 2025